1.jpg

Alih Teknologi Penghitungan Karbon Hutan
29 Mei 2012     Gedung Konservasi LIPI, Kebun Raya Bogor Bogor

 

 

Pusat Litbang Perubahan Iklim dan Kebijakan bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung menyelenggarakan alih teknologi “Penghitungan Karbon Hutan” pada 29 Mei 2012 di Gedung Konservasi, LIPI, Kebun Raya Bogor. Acara ini merupakan rangkaian partisipasi Pusat Litbang Perubahan Iklim dan Kebijakan (Puspijak) dalam Hari Jadi Kota Bogor (HJB) ke-530.

Acara dibuka oleh Kepala Puspijak, Dr. Kirsfianti L. Ginoga yang menyampaikan bahwa acara ini merupakan salah satu wujud diseminasi dari Puspijak sebagai lembaga Litbang yang mempunyai kewajiban menyampaikan hasil riset kepada user secara luas. ”Dan hari ini alih teknologi dikhususkan untuk generasi muda karena merupakan komponen bangsa yang penting” kata Beliau.

Sebelumnya Ketua HJB ke-530, Arif M. Budiharto menyampaikan pentingnya generasi muda memahami mengenai fakta-fakta perubahan iklim sehingga dapat mengetahui betapa penting peran hutan sebagai penyerap dan penyimpan karbon. ”Alih teknologi ini penting karena peserta akan mengetahui bagaimana cara menghitung cadangan karbon, emisi dan serapan yang belum detail disampaikan di sekolah atau di kampus”, katanya. Dengan harapan para guru, mahasiswa dan pelajar dapat menyampaikan lebih lanjut kepada teman dan anak didiknya.

 

Kegiatan ini menampilkan 7 pemakalah yang terkait dengan isu perubahan iklim. Peserta alih teknologi berasal dari Pelajar SMA, Guru Biologi, Dosen dan Mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Fakultas Pertanian beberapa Universitas di Bogor.

 

Materi:

 

  1. Hutan dan karbon
  2. Hutan kota dan manfaatnya bagi lingkungan
  3. Mekanisme insentif dalam mitigasi perubahan iklim sektor kehutanan
  4. Menghitung emisi dan serapan GRK sektor kehutanan
  5. Pemanfaatan sampah menjadi biofertilizer dalam kerangka mitigasi perubahan iklim
  6. Proses inisiasi pengelolaan jasa lingkungan di sekitar wilayah Danau Toba

 

 

 
 

Situs web REDD-Indonesia dikelola oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan (FORDA) Kementerian Kehutanan Indonesia, dengan bantuan dari berbagai organisasi.
Hasil riset, proyek percontohan, artikel, analisa dan materi lain yang ditampilkan di sini merupakan pendapat kontributor dan tidak selalu mencerminkan pendapat resmi pengelola.