Daftar Istilah

Daftar istilah terkait REDD

Adaptasi: Tindakan penyesuaian oleh sistem alam atau manusia untuk mengurangi kerusakan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim.

Annex I parties: Negara-negara industri yang terdaftar pada lampiran Konvensi Protokol Kyoto. Anggota Annex I adalah negara-negara industri anggota OECD (Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan), ditambah negara-negara dengan ekonomi dalam transisi (economies in transition atau EIT). Mereka diminta untuk menyediakan sumber daya keuangan untuk memungkinkan negara-negara berkembang untuk melakukan kegiatan pengurangan emisi di bawah Konvensi dan untuk membantu mereka beradaptasi dengan dampak merugikan perubahan iklim. Daftarnya ada di http://unfccc.int/parties_and_observers/parties/annex_i/items/2774.php

Baseline atau dasar pengukuran: Emisi gas rumah kaca yang akan terjadi tanpa adanya intervensi kebijakan atau kegiatan. Batas ini biasanya dikaitkan dengan tahun tertentu dan digunakan sebagai dasar perhitungan kenaikan atau penurunan emisi.

Pasar karbon: Pasar di mana dapat dilakukan transaksi perdagangan untuk ijin usaha, pengurangan atau pengalihan gas rumah kaca. Karbon dioksida hanya merupakan satu di antara beberapa jenis gas rumah kaca yang dapat diperdagangkan. Belum ada kesepakatan tunggal yang berlaku secara global mengenai pasar untuk jual-beli pengurangan emisi. Ada banyak jenis pasar saat ini, yang dapat diklasifikasikan sebagai perdagangan 'yang diatur' atau 'sukarela'.

Dana adaptasi: Dana yang dikumpulkan untuk membiayai proyek dan program adaptasi di negara berkembang yang menjadi salah satu pihak dari Protokol Kyoto. Dana ini berasal dari sebagian keuntungan aktivitas proyek mekanisme pembangunan bersih (CDM) dan sumber-sumber lainnya.

Deforestasi: Perubahan lahan yang semula berhutan menjadi lahan tanpa tegakan pohon.

Efek rumah kaca: Efek yang ditimbulkan GRK ketika gas-gas seperti CO2 menahan radiasi balik matahari yang dipancarkan bumi dalam bentuk panas sehingga memanaskan atmosfer bumi.

Gas rumah kaca (GRK): Gas-gas di atmosfer yang bertanggung jawab sebagai penyebab pemanasan global dan perubahan iklim. Jenis gas rumah kaca yang utama adalah
karbon dioksida (CO2), metan (CH4) dan Nitrogen oksida (N20).

Ekosistem: Sistem kehidupan yang terdiri dari faktor-faktor yang hidup (biotik) dan yang tak hidup (abiotik) yang telah mencapai keseimbangan yang mantap.

Degradasi hutan: Berkurangnya kemampuan hutan dalam menyediakan jasa ekosistem dan produk hutan karena adanya pengaruh-pengaruh negatif pada struktur hutan.

Gambut: Jenis tanah yang mempunyai kandungan bahan organik tinggi yang terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan yang telah membusuk. Lahan gambut mengandung karbon yang sangat tinggi di bawah permukaan tanahnya.

Hutan primer: Lahan dengan jenis-jenis pohon dan tanaman berkayu yang tumbuh secara alami dan sebagian besar belum terjamah oleh aktivitas manusia sehingga proses ekologisnya tidak terganggu.

Hutan sekunder: hutan yang tumbuh kembali secara alami setelah ditebang atau dibuka untuk kegiatan peternakan dan pertanian.

Hutan tanaman: Lahan yang ditumbuhi tegakan pohon yang dibentuk melalui penyemaian benih dan penanaman anakan pohon.

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC, atau Panel Antar Pemerintah untuk Perubahan Iklim): Badan yang melakukan survei literatur teknis dan ilmiah di seluruh dunia dan mempublikasikan laporan yang menjadi sumber informasi perubahan iklim terpercaya dan dasar negosiasi Konvensi Perubahan Iklim. Lebih dari 2,500 ilmuwan dan 800 penulis dari 130 negara memberikan kontribusi terhadap IPCC Fourth Assessment Report tahun 2007, yang mengukuhkan bahwa kegiatan manusia menjadi penyebab perubahan iklim. IPCC merupakan institusi independen yang tidak terkait secara struktur dengan Konvensi.

Jasa ekosistem: Jasa atau layanan yang didukung, diatur, dan disediakan oleh ekosistem bagi manusia. Hutan, misalnya, menyediakan bahan pangan, air, kayu dan serat, serta mengatur iklim dan tata air. Ekosistem ini juga memberikan manfaat untuk rekreasi, estetika dan kepuasan spiritual.

Land Use, Land-Use Change and Forestry (LULUCF): Sektor inventarisasi gas rumah kaca yang meliputi emisi dan pemindahan gas rumah kaca yang berasal dari pemanfaatan lahan, perubahan lahan dan kegiatan kehutanan yang dilakukan langsung oleh manusia.

Mekanisme Pembangunan Bersih (CDM): Mekanisme di bawah Protokol Kyoto di mana negara maju dapat mendanai proyek pengurangan emisi gas rumah kaca di negara berkembang dan menerima kredit karbon yang dapat digunakan untuk memenuhi kewajiban pengurangan emisinya.

Mitigasi: Tindakan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang disebabkan oleh kegiatan manusia serta meningkatkan penyimpanan karbon untuk mengatasi perubahan iklim.

Karbon dioksida: Gas di atmosfer yang merupakan produk sampingan pembakaran bahan bakar fosil, biomasa, alih fungsi lahan, dan kegiatan industry. Karbon dioksida adalah gas rumah kaca yang dijadikan referensi untuk perhitungan emisi.

Konferensi Para Pihak (COP): Lembaga tertinggi dalam pengambilan keputusan yang terdiri dari pihak-pihak yang telah meratifikasi Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim.

Perubahan iklim: Perubahan kondisi iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia yang mengubah komposisi atmosfer global. Pengukuran kondisi dan variabilitasnya didasarkan pada rata-rata jangka panjang nilai tengah parameter cuaca berupa suhu udara, curah hujan dan kecepatan angin.

Protokol Kyoto: Kesepakatan internasional bahwa negara-negara industri akan mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkannya sebesar 5,2 persen dari tingkat emisi tahun 1990 selama periode 2008-2012.

Pemanasan global: Naiknya suhu rata-rata atmosfer bumi dari tahun ke tahun akibat meningkatnya konsentrasi gas rumah, terutama karena kegiatan manusia seperti industrialisasi dan deforestasi.

Penyerapan karbon: Proses pengikatan CO2 di atmosfer oleh tanaman yang mempunyai pigmen menangkap cahaya yaitu klorofil melalui proses fotosintesis.

Pembangunan kapasitas: Dalam konteks perubahan iklim, pembangunan kapasitas adalah proses pengembangan keterampilan teknis dan kemampuan institusi di negara berkembang dan negara dalam transisi ekonomi untuk mempermudah penanganan penyebab dan akibat perubahan iklim.

REDD (Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation, atau pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan): Mekanisme untuk menghadapi perubahan iklim dengan cara memberikan kompensasi kepada pihak-pihak yang melakukan pencegahan deforestasi dan degradasi hutan

REDD+: Kerangka kerja REDD yang lebih luas dengan memasukkan konservasi hutan, pengelolaan hutan lestari atau peningkatan cadangan karbon untuk memberikan penghargaan kepada negara-negara yang sudah berupaya melindungi hutannya.

Reforestasi: Kegiatan penanaman kembali pada lahan yang sebelumnya lahan berhutan

Aforestasi: kegiatan penanaman kembali pada lahan yang tidak berhutan sedikitnya berumur 50 tahun

Rehabilitasi: Upaya untuk mengembalikan produktivitas atau struktur hutan dengan melakukan penanaman pohon pada lahan yang dulunya berhutan, namun tidak bertujuan untuk mengembalikan keanekaragaman hayati asli

Restorasi: Pemulihan hutan alam untuk membangun kembali struktur dan fungsi, melindungi dan memulihkan habitat kritis, daerah riparian, DAS, dan atribut lainnya.

Pengelolaan hutan lestari: Pengelolaan dan penggunaan hutan yang mempertahankan keanekaragaman hayati, produktivitas, kapasitasre-generasi dan fungsi ekonomi sosial.

United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC, atau Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim): Perjanjian atau kesepakatan yang dibuat pada KTT Bumi pada tahun 1992 yang mendesak semua negara yang berkepentingan untuk menstabilkan konsentrasi GRK di atmosfer pada tingkat yang dianggap tidak membahayakan iklim bumi. UNFCCC lebih umumnya merujuk pada Sekretariat Perserikatan Bangsa-Bangsa yang ditugaskan untuk mendukung pelaksanaan kesepakatan tersebut.

Karbon hutan: karbon dari pengelolaan hutan yang menerapkan kegiatan-kegiatan penyimpanan (stock) karbon, penyerapan karbon dan penurunan emisi karbon hutan

Demonstration activities: kegiatan pengujian dan pengembangan metodologis, teknologi dan institusi pengelolaan karbon hutan dalam rangka fase readiness.

Voluntary market: pasar karbon yang menggunakan mekanisme perdagangan emisi tetapi berjalan diluar kesepakatan internasional, dan murni dari inisiatif individu

Compliance market: pasar karbon yang berada di bawah aturan kesepakatan internasional untuk penetapan target pengurangan emisi pada negara maju dengan membeli kredit penurunan emisi dari proyekproyek penurunan emisi yang dilakukan di negara berkembang.

Alometri: hubungan antara ukuran atau pertumbuhan dari salah satu komponen makhluk hidup dengan keselurahan komponen dari makhluk hidup tersebut

Biomass Conversion and Expansion Factor (BCEF): faktor yang digunakan untuk mengkonversi volume (merchantable volume) tegakan hasil inventarisasi ke biomassa batang dan menggandakannya menjadi biomassa bagian atas, dinyatakan dengan satuan per ha

Biomass Expansion Factor (BEF) Pohon: faktor yang digunakan untuk menggandakan biomassa batang ke biomassa bagian atas pohon

Biomass Expansion Factor (BEF)Tegakan: faktor yang digunakan untuk menggandakan biomassa batang per satuan luas suatu tegakan ( EVolume*wood density) ke biomassa tegakan bagian atas