Daftar Publikasi

Daftar Publikasi

Agroforestri di Daerah Rentan Kebakaran

REDD
2085-787X
Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi (FORDIA), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Bogor, Indonesia
2015

Review

Berkurang atau hilangnya ekosistem hutan rawa gambut untuk pengembangan tanaman lahan kering dalam skala masif telah menurunkan kualitas lingkungan dan merusak tata air sehingga mengganggu fungsi dan manfaat ekosistem rawa gambut diantaranya sebagai penyangga hidrologi areal sekelilingnya.

Untuk mengembalikannya perlu segera dilakukan upaya perbaikan tata air di ekosistem rawa gambut yang diiringi dengan menanam vegetasi lokal yang adaptif dengan rawa gambut. Proses terintegrasi tersebut dilakukan dengan  penerapan Model 3 RE yaitu Revitalisasi tata air, Revegetasi jenis lokal, dan Rekayasa sosial.

Revitalisasi tata air dilakukan terutama dengan membangun sekat kanal (canal blocking) di areal rawa gambut milik masyarakat. Revegetasi jenis lokal ditujukan untuk mempercepat proses vegetasi kembali, dengan cara memilih jenis tanaman yang adaptif terhadap rawa gambut, membuatan pembibitan, dan menanam jenis kayu komersial. Sedangkan rekayasa sosial merupakan campur tangan yang dimaksudkan untuk menggeser cara pandang masyarakat kearah yang lebih baik demi tercapainya tujuan tertentu.