Daftar Publikasi

Daftar Publikasi

Kepastian Pembiayaan dalam Keberhasilan Implementasi REDD+ di Indonesia

REDD
2085-787X
Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi (FORDIA), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Bogor, Indonesia
2016

Review

Prinsip national approach and subnational implementation dalam implementasi REDD+ dapat secara efektif diterapkan untuk mengurangi emisi apabila setiap stakeholder mampu menjaga komitmennya untuk melakukan upaya pengurangan emisi karbon. Bagi pengembang kegiatan REDD+ komitmen itu sendiri sangat tergantung pada bagaimana manajemen pengelolaan yang diterapkan mampu mengatasi ketidakpastian yang dihadapi di lapangan yang menggiring pada terjadinya penghentian komitmen atau risiko balik (ketidakpermanenan) yang disebabkan oleh daya saing komoditi berbasis lahan di sekitar lokasi REDD+ yang tinggi. Daya saing itu sendiri dipengaruhi oleh biaya yang harus dikeluarkan oleh pengembang.  Bagi pengembang menjaga komitmen tersebut sangat erat kaitannya dengan bagaimana mereka mendapatkan kepastian untuk mendapatkan pembiayaan REDD+. Terkait kepastian pembiayaan, strategi yang dapat diterapkan untuk menjaga komitmen tersebut dapat dibedakan menjadi dua, yaitu aspek kelembagaan dan distribusi pendanaan.

Aspek kelembagaan mencakup strategi pemberlakuan lokasi REDD+ sebagai kawasan lindung; penerapan skema pembayaran adaptif yang merupakan kombinasi mekanisme berbasis input dan berbasis kinerja; dan penyediaan buffer sebagai jaminan dan optimalisasi pemanfaatan co-benefit.  Sedangkan aspek distribusi pendanaan mencakup penggunaan saluran pendanaan yang sudah ada, yaitu melalui saluran pemerintah (transfer fiskal); pembentukan lembaga pendanaan REDD+ yang baru yang diverifikasi oleh pemerintah; dan pembentukan lembaga pendanaan REDD+ yang diverifikasi oleh pihak ketiga.