Arsip Fokus REDD

Fokus REDD

Indonesia Merilis Sistem Penghitungan Emisi Karbon

Paris, FORDA (17/12/2015)_Ada hal yang berbeda dengan pemerintah Indonesia di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim COP 21, UNFCC. Dimana Indonesia menunjukkan komitmennya untuk menurunkan emisi karbon dengan merilis sistem penghitungan emisi karbon Indonesia, yang...

Selengkapnya...

Indikator Partisipasi REDD+ Menduduki Nilai Terendah

Bogor, BLI (10/11/2015)_Lembaga REDD+ (Pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan) yang ada belum sepenuhnya mencerminkan tiga pilar dalam good governance. Dalam hal ini keterwakilan unsur masyarakat masih kurang. Menurut Sulistya Ekawati, Kirsfianti Ginoga, dan...

Selengkapnya...

Biodiesel Kemiri Sunan Penuhi Kebutuhan 16% Solar Di Jawa Barat

BOGOR, FORDA (28/10/2015)_Kemiri Sunan (Reutealis trisperma (Blanco) Airy Shaw) merupakan salah satu jenis tanaman yang berpotensi sebagai penghasil biodiesel yang prospektif di Indonesia. Bahkan biodiesel ini bisa memenuhi 16% kebutuhan solar di Jawa Barat. Hal...

Selengkapnya...

Pendanaan REDD+ Merupakan Isu Paling Tertinggal dalam Implementasinya

FORDA (13/10/2015)_Isu pendanaan pada implementasi REDD+ merupakan isu yang paling tertinggal. Mekanisme pendanaan menjadi pekerjan rumah yang harus diselesaikan dalam implementasi REDD+ di Indonesia. Hal itu terungkap dalam Lokakarya REDD+ Berbasis Yurisdiksi , yang terselenggara...

Selengkapnya...

DOKUMEN FAKTA: Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

BOGOR, Indonesia (12 Februari 2014) _ Kelompok Kerja Terbuka PBB mengenai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) akan menggelarpertemuan akhir pada 3-7 Februari 2014 di New York. Seluruh 30 anggota kelompok kerja akan fokus pada peran keragaman...

Selengkapnya...

Lima pertanyaan tentang Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan potensi bentang alam

Bogor, Indonesia (15 November 2013) – Seiring dengan berjalannya pendekatan Warsawa lewat pembicaraan iklim, ini adalah saat untuk melihat kembali kerangka kerja pembangunan internasional yang sedang dikontekstualisasikan. Di sini, terdapat lima pertanyaan yang dipertimbangkan:

1.

Selengkapnya...

Satu masalah pelik, tiga tantangan besar

Untuk mencapai nol deforestasi, ikatan baru perlu dirajut antar beragam level pemerintahan, sektor swasta dan masyarakat sipil. Tetapi dalam menindaklanjuti komitmen sektor-swasta, sistem insentif dan regulasi yang memperkuat pola lama harus terlebih dahulu diurai.

Produksi...

Selengkapnya...

Bisakah REDD+ melawan gelombang penguasaan elit atas manfaat hutan?

REDD+ adalah upaya internasional terkoordinasi terbesar dalam membalikkan tren deforestasi dan degradasi hutan secara global. REDD+ tetap menjadi satu item paling dominan dalam agenda Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim (UNFCCC).

Sejak Protokol Kyoto pada 1997,

Selengkapnya...

Reforma Agraria: Isu yang Tak Berujung

FORDA (Bogor, 04/009/2015)_Konflik lahan di Indonesia bukan merupakan hal yang sepele. Sejak tahun 2004 hingga tahun 2013 telah terjadi sekitar 900 lebih kasus konflik dengan obyek yang yang disengketakan lebih dari 3 juta hektar. Hal...

Selengkapnya...

Politik ekonomi kebakaran dan asap: Melangkah ke solusi jangka panjang

Lima puluh tahun lalu, Indonesia kaya dengan hutan lebat.

Dan kemudian bum!

Antara 1980 dan 2000 – ledakan penebangan kayu terjadi. Diikuti dengan penebangan kayu ilegal – selanjutnya, ledakan lain dalam 10 tahun sejak 2000,

Selengkapnya...