Arsip Fokus REDD

Fokus REDD

Penuhi Target Penurunan Emisi, Perlu Upaya Pemantauan Pelaksanaan Mitigasi PI

BP2LHK Palembang (Palembang, 14/11/2016)_”Untuk memenuhi target pemerintah dalam menurunkan emisi di Indonesia, maka diperlukan upaya pemantauan pelaksanaan mitigasi perubahan iklim secara berkesinambungan,” kata Yulia Suryanti, S.Si, MSc., Kasubdit Pemantauan Pelaksanaan Mitigasi Perubahan Iklim seraya membuka acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemantauan Lapangan Pelaksanaan Mitigasi Perubahan Iklim (PI) Bidang Kehutanan dan Lahan Gambut serta Bidang Pengelolaan Limbah, di Hotel Emilia, Selasa (26/10).

“Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk memenuhi target penurunan emisi sebesar 26% dari kondisi business as usual (BAU) dengan upaya sendiri dan menjadi 41% dengan bantuan Internasional”.

Acara Bimtek Pemantauan Mitigasi Perubahan Iklim tersebut berlangsung selama 2 hari. Hari pertama dilakukan penyampaian materi bimtek dan pada hari kedua dilaksanakan bimbingan teknis pemantauan lapangan mitigasi perubahan iklim di KHDTK Kemampo, Kab. Banyuasin dan TPA Sukawinatan, Palembang.

Materi yang disampaikan pada hari pertama adalah pedoman pemantauan lapangan mitigasi perubahan iklim oleh Yulia Suryanti, S.Si, MSc., dilanjutkan dengan bimbingan teknis perhitungan penurunan emisi GRK bidang kehutanan oleh Johny Santoso, S.Hut., M.Agr., dan bidang pengelolaan limbah oleh Ir. Agus Gunawan, MSi.

Dalam Bimtek perhitungan penurunan emisi sektor kehutanan disampaikan metode perhitungan emisi dari kegiatan pencegahan peningkatan emisi cadangan karbon (PPCK) dan kegiatan peningkatan cadangan karbon (PCK), termasuk teknis perhitungan penentuan emisi baseline dan target penurunan emisi yang dicapai.

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut diperoleh bahwa Provinsi Sumatera Selatan belum berhasil melakukan penurunan emisi sektor kehutanan pada periode 2012-2015 karena terjadinya kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2015, sedangkan Provinsi Jambi telah berhasil menurunkan emisi sebesar 16,95 juta ton CO2eq/th.

Sementara itu berdasarkan perhitungan emisi dari sektor pengelolaan limbah, diperoleh bahwa pengelolaan sampah di TPA Sukawinatan Palembang telah berhasil melakukan penurunan emisi melalui kegiatan komposting sebesar 5 ton CO2/th.

Pada hari kedua, Bimtek pemantauan mitagasi perubahan iklim bidang kehutanan dilakukan di KHDTK Kemampo. Pada bimbingan teknis ini disampaikan tentang metode perhitungan cadangan karbon melalui pembuatan petak ukur permanen (PUP) untuk meningkatkan tingkat kerincian (Tier) perhitungan emisi oleh tim peneliti Kelti Biometrika BP2LHK Palembang (Hengki Siahaan dan Agus Sumadi).

Hengki Siahaan menyampaikan bahwa kegiatan penanaman jenis-jenis tanaman unggul lokal melalui plot-plot penelitian di KHDTK Kemampo secara tidak langsung telah meningkatkan cadangan karbon karena telah merubah semak belukar menjadi hutan tanaman yang mempunyai stok karbon yang lebih tinggi.

Disampaikan pula bahwa tim peneliti Biometrika Hutan BP2LHK bekerjasama dengan Bioclime GIZ, saat ini sedang melakukan penelitian perbaikan faktor emisi dengan membangun 140 PUP pada 6 tipe ekosistem hutan di Sumatera Selatan yaitu hutan lahan kering primer, hutan lahan kering sekunder, hutan mangrove primer, hutan mangrove sekunder, hutan rawa gambut, dan hutan tanaman.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan, acara Bimtek pemantauan lapangan mitigasi perubahan iklim ditutup secara resmi oleh Direktur Mitigasi Perubahan Iklim, Ir. Emma Rachmawaty, MSc., didampingi oleh Ir. Denny Martin Msi, Ka. Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Karhutla.

Peserta Bimtek terdiri dari Satker lingkup KLHK dan SKPD terkait di Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi.***