Arsip Fokus REDD

Fokus REDD

Pembangunan PSP, Moment Kebersamaan Rimbawan dan Stakeholder Se-Kaltim

Balitek KSDA (Samboja, 22/9/2016)_Kegiatan pembangunan Plot Sampel Permanen (PSP) di Kalimantan Timur, salah satu program pengurangan emisi (FCPF) Carbon Fund menjadi moment kebersamaan rimbawan dan stakeholder se-Kaltim dalam melaksanakan tanggung jawab bersama dalam pengurangan emisi.

“Kami menghimpun peranan para pihak di Kaltim dalam project ini, dengan harapan terbangunnya kebersamaan kerja dan tanggung jawab bersama untuk Pengurangan Emisi.  Ada 12 stakeholder yang dilibatkan, termasuk juga kawan-kawan dari swasta, mahasiswa dan masyarakat adat,” jelas Nurul Silva peneliti Balai Besar Litbang Ekosistem Hutan Dipterokarpa (B2P2EHD).

Nurul menyampaikan, para pihak tersebut, yaitu Universitas Mulawarman, Balai KSDA, KPH Berau Barat, UPTD PPA Dishut Propinsi Kaltim, Balitek KSDA Samboja, Badan Pengelola Sungai Wein, Balai Taman Nasional Kutai, Lembaga Adat Wehea, Yayasan Bioma dan Balai Litbang Banjarbaru.

“P3SEKPI (Pusat Litbang Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim) dan B2P2ED dalam hal ini berperan sebagai host,” kata Nurul Silva.

“Program ini menempatkan Kaltim sebagai pilot project karena komitmen yang kuat dari Gubernurnya, Dr. Awang Faroek Ishak, untuk program pengurangan emisi,” kata Dr. Zahrul, peneliti P3SEKPI.

“Saya senang sekali, kegiatan ini mempertemukan kita para Rimbawan di Kaltim,” kata Sukoco, dari UPTD Pembinaan dan Pelestarian Alam (PPA) Dinas Kehutanan Propinsi Kaltim yang mewakili Pemprov. dalam kegiatan pembangunan PSP dan Pengukuran Karbon di Kaltim.

Koordinator pembangunan PSP Kalimantan Timur, Fatmi Noor’an yang merupakan peneliti B2P2EHD menjelaskan, telah dibangun sebanyak 159 PSP di Kalimantan Timur yang tersebar di 6 Kabupaten dan 10 tutupan lahan.

“Alhamdulillah, setelah melalui beberapa pertemuan-pertemuan yang dilakukan secara marathon, termasuk berbagai persiapan lainnya, yang kadang ‘berdarah-darah’, akhirnya kita sampai pada kegiatan lapangan ini,” kata Fatmi. 

Diinformasikan, pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara serentak pada 31 Agustus s.d 11 September 2016. Para pihak diwakili oleh 50 orang personil ahli dan teknisi yang dibagi dalam 6 Tim.

“Kami dari Tim 1 akan membangun 21 PSP. Enam sampai sepuluh di antaranya akan dibangun di KHDTK Samboja dan sisanya di Tahura Bukit Soeharto,” kata ketua Tim 1, Ariyanto kepada Gadang Pamungkas, Kepala Balitek KSDA Samboja.

“KHDTK Samboja merupakan kawasan yang ikonik merepresentasikan hutan tropis Indonesia.  Menempatkannya sebagai bagian dari kegiatan ini adalah hal sangat tepat. Balitek dalam hal ini akan memberikan dukungan yang maksimal. Supporting akan diberikan pada saat pembangunan hingga pengamanan atau pada saat MRV,” kata Gadang Pamungkas dalam ramah tamah di awal kegiatan.

Pembangunan PSP oleh Tim 1 telah diselesaikan pada 10 September 2016 lalu. Sepuluh PSP dibangun di KHDTK Samboja terdiri dari 5 PSP pada tutupan hutan sekunder, 3 PSP pada tutupan semak dan 2 PSP pada belukar. Salah satu PSP di antaranya ditempatkan di Rintis Wartono Kadri yang legendaris.

Sementara itu, di Tahura Bukit Soeharto dibangun 11 PSP, yaitu 6 PSP pada hutan sekunder dan 5 PSP pada belukar. Nilai penting lain yang diperoleh dalam Tim 1 adalah silaturahim dan kebersamaan.

Sebagaimana diketahui, PSP adalah areal dengan tanda batas yang jelas dalam suatu petak ukur berbentuk persegi panjang/bujur sangkar/ lingkaran dengan ukuran tertentu yang digunakan untuk pengumpulan dan pemantauan data secara kontinu. Kegiatan pembangunan plot dilakukan dengan metode yang sudah dibakukan dalam Standar Nasional Indonesia.***