Video

Flash is required!

Newsletter

Please fill in the information of your membership.

Masukkan email Anda untuk mendaftarkan newsletter

 

Inisiatif Global

Dua inisiatif global sedang dilakukan untuk membantu negara-negara berkembang mengimplementasikan mekanisme REDD di masa yang akan datang:

 

  1. Dana Program REDD PBB, UN-REDD, menawarkan dukungan secara ekstensif bagi negara berkembang untuk menghadapi isu deforestasi dan degradasi lahan hutan. Program tersebut menawarkan pembangunan kapasitas, membantu merancang strategi nasional dan menguji pendekatan nasional serta perencanaan kelembagaan untuk mengawasi dan melakukan verifikasi pengurangan hilangnya hutan. UN-REDD beroperasi di sembilan negara: Bolivia, Republik Demokratik Kongo, Indonesia, Panama, Papua New Guinea, Paraguay, Tanzania, Vietnam dan Zambia. Proyek plot percontohan sudah dimulai di beberapa kawasan hutan tropis dan akan dilakukan kajian secara khusus bagaimana praktek REDD akan berhasil dalam penerapannya.

  2. Bank Dunia mengkoordinasikan inisiatif global yang ke dua: The Forest Carbon Partnership Facility (Fasilitas kemitraan Karbon Hutan).  FCPF serupa dengan program PBB, namun dalam skala yang lebih besar.  Program ini beroperasi di 29 negara: Argentina, Bolivia, Kamboja, Republik Afrika Tengah, Chili, Kolombia, Costa Rica, Republik Demokratik Kongo, El Salvador, Ekuatorial Guinea, Ethiopia, Gabon, Ghana, Guatemala, Guyana, Honduras, Indonesia, Kenya, Republik Demokratik Laos, Liberia, Peru, Republik Kongo, Suriname, Tanzania, Thailand, Uganda, Vanuatu dan Vietnam.

 

Kedua inisiatif akan mengkoordinasikan misinya ketika diterapkan di negara yang sama dan melaksanakan pertemuan mengenai kebijakan-kebijakan mereka secara bersama-sama agar partisipan dapat saling bertukar informasi. Kedua inisiatif juga memiliki beberapa aktivitas percontohan REDD yang sedang berjalan di berbagai negara dalam rangka memberikan pemahaman tentang implementasi REDD dan menguji bagaimana REDD dapat dilaksanakan dengan menggunakan berbagai pendekatan. Kemajuan dan hasil dari inisiatif tersebut akan membantu para juru runding UNFCC dalam menentukan apakah emisi karbon dioksida yang berkaitan dengan hutan dapat dihitung dan apakah mekanisme REDD yang diusulkan dapat dilaksanakan.

 

Selain kedua inisiatif utama di atas, beberapa inisiatif yang berkaitan dengan REDD juga dilakukan baik oleh institusi pemerintah maupun non pemerintah, beberapa di antaranya tertera di bawah ini.

 


 

Climate-L.org October, 01 2009

Climate-L.org is a knowledge management project for international negotiations and related activities on climate change run by the International Institute for Sustainable Development (IISD), which is fully responsible for the content posted on Climate-L.org. Information on United Nations activities is provided in cooperation with the UN system agencies, funds and programmes through the United Nations System Chief Executives Board for Coordination (CEB) Secretariat and the UN Communications Group (UNCG) Task Force on Climate Change. Funding for the Climate-L.org Project has been provided by the. . .

Program REDD Net dari Overseas Development Institute October, 01 2009

Lembaga yang berbasis di Inggris Overseas Development Institute baru meluncurkan program REDD Net pada Juli 2009 ini.

 

REDD Net bertujuan untuk meingkatkan kapasitas masyarakat sipil di negara-negara Selatan untuk memenangkan kepentingan-kepentingan masyarakat miskin di dalam kawasan REDD. Peningkatan kapasitas ini melalui pembangunan jaringan pelaksana REDD, memfasilitasi transfer pengetahuan dua arah di antara komunitas pelaksana melalui pertukaran pengalaman lapangan dan kegiatan percobaan (pilot activities), dan pengembangan alat bantu untuk membantu membentu. . .

Website pertukaran informasi tentang REDD dari UNFCCCAugust, 21 2009

Website ini ditujukan sebagai tempat untuk pertukaran informasi yang dilakukan oleh Para Pihak (Parties), organisasi dan para pemangku kepentingan yang berkaitan untuk mendukung upaya yang sedang berlangsung, peningkatan kapasitas, kegiatan uji coba dan mobilisasi sumberdaya yang berkaitan dengan REDD di negara berkembang serta untuk berbagi hasil-hasil dari upaya-upaya di atas dengan SBSTA dengan cara mengirimkan informasi tersebut ke sekretariat.

REDD Newsletter dari Sekretariat CBDAugust, 20 2009

Sekretariat CBD (Convention on Biological Diversity) menerbitkan sebuah e-newsletter dua-bulanan yang bertujuan untuk menginformasikan National Focal Points CBD dan pihak-pihak yang tertarik dengan aspek-aspek keanekaragaman hayati yang berkaitan dengan REDD.

Indonesian Forest Climate Association (IFCA)August, 19 2009

IFCA adalah Kelompok Kerja mengenai REDD yang dibentuk oleh Pemerintah Indonesia, yang melibatkan negara-negara dan lembaga-lembaga multilateral termasuk Bank Dunia, DfID – Inggris, Jerman dan Australia, sektor swasta dan masyarakat sipil. IFCA bertujuan untuk mendukung pengembangan dan pelaksanaan suatu mekanisme dan dana karbon yang disepakati secara internasional, untuk menyiapkan insentif bagi pengurangan deforestasi dan kerusakan hutan. Hal ini termasuk metodologi pengukuran karbon hutan, pendanaan publik/swasta untuk karbon hutan, serta mekanisme untuk pengelolaan dan penyebaran dana.

Forum Masyarakat Sipil untuk Keadilan IklimAugust, 18 2009

Forum Masyarakat Sipil untuk Keadilan Iklim (Civil Society Forum for Climate Justice) terbentuk atas konsensus yang disepakati pada 21 Mei 2007 dalam rangka acara COP 13/CMP 3. Sejumlah Organisasi Masyarakat Sipil (Civil Society Organization/CSO) Indonesia memangdang pentingnya konsolidasi antara Organisasi Masyarakat Sipil Indonesia untuk menghadapi COP 13/CMP 3 oleh UNFCCC di Bali pada 3-14 Desember 2007.